Category 1

Follow us on Facebook

Instagram

Follow on Facebook

What's Trending?

Popular Posts

Follow on G+

Wednesday, 20 October 2010

Kudus- Tepat hari ini (20/10) pemerintahan SBY-Budiono genap satu tahun. Meskipun SBY telah memimpin negeri ini selama enam tahun, namun kondisi Indonesia belum bisa sesuai dengan harapan masyarakat. Hal inilah yang menjadi latar belakang aksi yang diadakan PMII Cabang kudus di depan kantor Bupati Kudus. Dalam aksi yang di pimpin oleh Muhrom Zainul Mahmudi ini diikuti oleh puluhan kader PMII Kudus yang terdiri dari tiga Komisariat; Komisariat Sunan Kudus (STAIN Kudus), Komisariat Sunan Muria (UMK) dan Komisarian KHR. Asnawi (UWH).Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini sempat diwarnai kericuhan, dimana aparat keamanan melarang pembakaran atribut oleh kader PMII.

Aksi yang menyita banyak perhatian masyarakat Kudus ini tidak hanya dilakukan dengan berorasi dan membagikan selebaran kepada para pengguna jalan, namun kader PMII juga melakukan long march mengelilingi alun-alun Kudus dengan meneriakkan yel-yel “Turunkan SBY”. Di samping itu juga, kader PMII di tengah-tengah acara melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan penindasan kaum yang lemah oleh elit yang serakah.

Ketua PMII Cabang Kudus Amir Faisol dalam orasinya mengatakan bahwa pemerintahan SBY telah gagal dalam memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Dalam kurun waktu satu tahun banyak hal yang tidak bisa diselesaikan oleh SBY; di antaranya masih banyaknya angka kemiskinan, belum selesainya tragedi Lapindo, kedaulatan Indonesia yang terinjak-injak oleh Malaysia, dan banyaknya kasus kerusuhan horizontal yang terjadi, serta bnyak persoalan lain yang tidak bisa terselesaikan.

Pada tepat Pukul 11.30 WIB acara aksi ditutp dengan meneriakkan Sumpah Maha Siswa Indonesia dan lagu Mars PMII. Selesai acara tersebut kader PMII kemudian meninggalkan alun-alun Kudus dengan tertib.

Foto-Foto Lain oleh Ali Bustomi (Wawasan)



Tepat hari ini, di seluruh penjuru negeri Indonesia kita tercinta ini harus tersentak maju dan menggugah seluruh element masyarakat untuk bersatu menyuarakan jeritan hati dan penderitaan seluruh rakyat Indonesia. Di tandai dengan adanya beberapa aksi demonstrasi yang di gelar dan dengan satu tujuan, yaitu mengingatkan dan menyuarakan “MUNDUR” bagi Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). PMII Cabang Kudus sebagai salah satu element kemahasiswaan yang eksist mengikuti perkembangan bangsa ini melihat bahwa masih banyak sekali pekerjaan rumah yang harus di selesaikan kabinet pemerintahan SBY – Boediono, dan munculnya masalah-masalah baru yang diakibatkan oleh blunder kebijakan pemerintah sendiri.

Bisa kita lihat, kasus lumpur Lapindo yang sampai saat ini belum di temukan solusinya, baik itu penanggulangan lumpur dan masyarakat yang terkena dampaknya. Dalam kasus Lapindo pemerintah terkesan lamban dan ada unsur main mata dengan Group Bakrie yang salah satu anak perusahaannya adalah Minarak lapindo Brantas yang mengeksplorasi sumur lapindo dan sekarang diumumkan pemerintah sebagai bencana nasional. Kasus penggelapan dana Bank Century yang sampai sekarang tidak Jluntrung kemana arahnya. Belum lagi penuntasan kasus-kasus HAM berat yang yang sampai saat ini pun belum jelas siapa dalangnya, apakah masalah-masalah seperti ini akan kita biarkan berlarut-larut? Itu pun baru seklumit masalah yang kita bahas diatas. Masih banyak lagi problem yang mungkin kita telah lupa namun sebenarnya baru saja terjadi, misalnya konflik sosial yang akhir-akhir ini kerap saja terjadi dan seolah-olah menjadi menu wajib media cetak maupun elektronik sehari-harinya.

Salah satu penyebab kerapnya terjadi konflik adalah derita kemiskinan yang melanda bangsa ini, rakyat semakin tidak karuan dan pemerintah justru malah mengambil kebijakan yang merugikan bangsa ini baik dari segi fiscal, moneter, politik luar negeri dlsb. Contohnya saja, disaat bangsa ini berbenah menata perekonomian, pemerintah justru menandatangani CAFTA atau yang lebih familier era perdagangan bebas ASEAN – Cina dimana Negara kita Indonesia ini belum siap proteksi pasarnya oleh gempuran barang-barang impor dari Cina, yang dampaknya dirasakan oleh seluruh element masyarakat baik pengusaha sampai pedagang kecil kaki lima.

Pemberantasan korupsi yang selama ini dielu-elukan sebagai agenda besar dan nilai plus bagi pemerintahan SBY juga tidak serta-merta menyelasikan masalah, karena yang tejadi justru para koruptor bebas keluar masuk penjara, contohnya saja mertua Presiden SBY Bapak Aulia Pohan, dan para penegak hukum baik itu KPK, Kejaksaan, bahkan Instistusi POLRI pun malah ikut terseret kasus korupsi, mau jadi apa bangsa ini??. lebih lucunya lagi, di saat era keterbukaan dan lebih dari 64 tahun Indonesia merdeka, bangsa kita di permalukan oleh Negara tetangga kita Malaysia. Mulai dari hak cipta lagu karangan anak bangsa Indonesia, barang-barang kerajinan yang hak patentnya justru malah dimiliki Malaysia dan yang lebih tragis adalah penyiksaan para TKI yang selama ini disebut sebagai pahlawan devisa, penangkapan petugas kementrian kelautan dan pencaplokan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh Malaysia yang itu hanya disikapi dengan perundingan oleh pemerintah.

Apakah para pemimpin bangsa ini tidak malu dengan perjuangan para pahlawan yang memerdekakan bangsa ini dari penjajah??. Dari segudang masalah yang menerpa bangsa ini, PMII Cabang Kudus mengambil kesimpulan bahwa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono yang diberi nama Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II telah GAGAL mengemban amanah dan menjawab keinginan rakyat untuk mengentaskan kemiskinan, menekan angka pengangguran, menanggulangi konflik sosial masyarakat, menghukum mati para koruptor dan teroris yang meresahkan bangsa ini, menjamin kebebasan beragama, menangani korban bencana, dan memperbaiki citra bangsa Indonesia di mata dunia. Jika langkah kongkrit dan strategis tidak segera dilakukan pemerintah, maka yang terjadi adalah masyarakat semakin apatis dengan pemerintah dan kebijakan yang di ambilnya. Bila hal tersebut sampai terjadi, jangan salahkan masyarakat jika Reformasi Jilid II akan segera berlangsung dan meminta Presiden SBY untuk MUNDUR dari kursi kepresidenan.