![]() |
| Para peserta Sekolah Gender Islam sedang berfoto besama |
Kudus-
Puluhan perwakilan Korps PMII Putri (Kopri) dari berbagai kabupaten se-jawa
tengah kemarin jumat-minggu (11-13/9/2015) mengikuti sekolah gender islam di
Hotel Graha Muria Colo, Kudus. Pelatihan yang bertajuk perempuan dalam lembaran
kitab kuning sepenuhnya diikuti oleh kader perempuan.
Riska Susilowati, Ketua
Kopri PMII Kudus menuturkan kegiatan ini sebenarnya boleh diikuti laki-laki
asalkan dia sudah Mapaba. Namun termaindset
kegiatan yang diadakan Kopri hanya untuk perempuan.
“laki-laki boleh ikut. Kan
kita bicara soal gender”. Tambanya.
Riska yang juga lulusan
Psikologi UMK menjelaskan pelatihan ini fokus pada pembahasan keadilan gender
perspektif Islam. Karna peserta perlu diajak memahami betul akan peran
perempuan dalam kajian Islam terlebih meluruskan dalil-dalil yang selama ini
bias gender karna faktor sosio-politik pada masa itu.
Dalam sambutannya,
Malikha Dewi Pembina Kopri PMII Kudus mengungkapkan, berbicara gender buka
semata-mata buah apel yang dibelah menjadi dua, yang satu untuk laki-laki dan
satunya untuk perempuan. Namun lebih bagaimana membicarakan kesepakatan dan
penghormatan.
“tidak mungkin saya
makan seperti laki-laki. Pasti akan muntah. Lewat forum inilah gender jangan
lagi bias”. Tambah Malikha yang juga dosen Stain Kudus.
Forum
Forum yang berjalan
selama tiga hari ini fokus pada diskursus gender. Bagaimana peserta dipahamkan
betul akan makna gender. Kurikulum sekolah gender islam tertuliskan ada
beberapa materi yang diterima oleh peserta, diantaranya: konsep gender dalam
Islam, gender perspektif Al-Qur’an dan Hadits, fiqh perspektif perempuan dan
hukum Islam di Indonesia.
Riska menambahkan,
pemateri yang dipilih sesuai dengan klasifikasi dan disiplin keilmuannya. Jadi memang
kita serius dalam menjalankan pelatihan ini.
“semoga lewat pemahaman
gender yang tidak bias. Perempuan dan laki-laki dapat saling menghormati terlebih
bersama-sama memajukan masyarakat yang adil gender”. Tambahnya. (prastyo/jendela)

0 komentar:
Post a Comment