Category 1

Follow us on Facebook

Instagram

Follow on Facebook

What's Trending?

Popular Posts

Follow on G+

Thursday, 17 September 2015

Para peserta Sekolah Gender Islam sedang berfoto besama
Kudus- Puluhan perwakilan Korps PMII Putri (Kopri) dari berbagai kabupaten se-jawa tengah kemarin jumat-minggu (11-13/9/2015) mengikuti sekolah gender islam di Hotel Graha Muria Colo, Kudus. Pelatihan yang bertajuk perempuan dalam lembaran kitab kuning sepenuhnya diikuti oleh kader perempuan.
Riska Susilowati, Ketua Kopri PMII Kudus menuturkan kegiatan ini sebenarnya boleh diikuti laki-laki asalkan dia sudah Mapaba. Namun termaindset kegiatan yang diadakan Kopri hanya untuk perempuan.
“laki-laki boleh ikut. Kan kita bicara soal gender”. Tambanya.
Riska yang juga lulusan Psikologi UMK menjelaskan pelatihan ini fokus pada pembahasan keadilan gender perspektif Islam. Karna peserta perlu diajak memahami betul akan peran perempuan dalam kajian Islam terlebih meluruskan dalil-dalil yang selama ini bias gender karna faktor sosio-politik pada masa itu.
Dalam sambutannya, Malikha Dewi Pembina Kopri PMII Kudus mengungkapkan, berbicara gender buka semata-mata buah apel yang dibelah menjadi dua, yang satu untuk laki-laki dan satunya untuk perempuan. Namun lebih bagaimana membicarakan kesepakatan dan penghormatan.
“tidak mungkin saya makan seperti laki-laki. Pasti akan muntah. Lewat forum inilah gender jangan lagi bias”. Tambah Malikha yang juga dosen Stain Kudus.
Forum
Forum yang berjalan selama tiga hari ini fokus pada diskursus gender. Bagaimana peserta dipahamkan betul akan makna gender. Kurikulum sekolah gender islam tertuliskan ada beberapa materi yang diterima oleh peserta, diantaranya: konsep gender dalam Islam, gender perspektif Al-Qur’an dan Hadits, fiqh perspektif perempuan dan hukum Islam di Indonesia.
Riska menambahkan, pemateri yang dipilih sesuai dengan klasifikasi dan disiplin keilmuannya. Jadi memang kita serius dalam menjalankan pelatihan ini.
“semoga lewat pemahaman gender yang tidak bias. Perempuan dan laki-laki dapat saling menghormati terlebih bersama-sama memajukan masyarakat yang adil gender”. Tambahnya. (prastyo/jendela)
Categories: , ,

0 komentar: