Category 1

Follow us on Facebook

Instagram

Follow on Facebook

What's Trending?

Popular Posts

Follow on G+

Wednesday, 26 August 2009

Jum'at 21 Agustus 2009, di Aula gedung DPRD Kudus telah dilaksanakan pelantikan atas calon legislatif terpilih pada pemilu legislatif tahun 2009. Ini bisa dikatakan sebagai puncak atas semua proses demokrasi yang telah berjalan, namun secara esensi pelantikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) yang baru ini adalah sebuah permulaan dari sebuah pelaksanaan tanggung jawab atas apa yang dilimpahkan kepada mereka dari rakyat. Untuk menyambut pelantikan mereka, AMAR (Aliansi Mahasiswa dan Rakyat) Menggugat menyambut pelantikan mereka dengan aksi damai. Amar yang terdiri dari elemen kemahasiswaan dan kemasyarakatan, yakni PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Kudus, LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), FSBDSI (Federasi Sarikat Buruh Demokrasi Indonesia), LPH YAPHI (Lembaga Pengabdian Hukum Yekti Angudi Panegaking Hukum Indonesia), BEM FKIP (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) UMK (Universitas Muria Kudus), BEM FT(Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik) UMK dan PRD memulai aksi dari Jalan A. Yani Kudus hingga halaman Gedung DPRD Kudus

Sekitar lima puluh personil kepolisian dari Polres Kudus dan Polsekta Kudus mengawal jalannya aksi damai. Bertindak sebagai koordinator aksi, Suwoko yang juga menjabat sebagai ketua umun PMII Cabang Kudus dalam orasinya menyampaikan beberapa tuntutan yang sekaligus draf kontrak politik yang akan diajukan kepada anggota Dewan yang baru. Diantaranya, anggota DPRD Kudus yang baru harus; 1. Anti Neo Kapitalisme dan neoliberalisme 2. Berjanji untuk tidak melakukan korupsi 3. Pro terhadap kepentingan rakyat 4. Meminimalisir anggaran kerja dewan 5. Meninjau kembali kunker (Kunjungan Kerja) yang tidak efektif 6. Melaksanakan janji-janji kampanye Setelah menungu lama, akhirnya tiga dari anggota DPRD Kudus yang baru saja dilantik turun dan menemui pada demonstran. Mereka adlah Nor Hartoyo, SH. dari PDIP, Ali Ikhsan, S.Ag dari PKB dan Superiyanto dari PIS. Mereka menyatakan menyambut baik kepada para demonstran yang telah peduli terhadap anggota DPRD meskipun baru dilantik dan belum melaksanakan kinerjanya. Dalam kesempatan itu pula ketiganya menyatakan diri siap untuk menyepakati kontrak politik yang telah diajukan oleh AMAR Menggugat. Mereka menandatangani surat kesepahaman atau kontrak politik tersebut dihadapan oleh media cetak dan elektronik serta para demonstran. Suwoko sebagai koordinator lapangan mengaku senang atas respon dari anggota Dewan yang menandatangani kontrak politik tersebut, meskipun hanya tiga anggota Dewan. Dia juga berharap anggota Dewan yang lain akan menyusul dan kedepan mampu bekerjasama dalam melakukan kontrosl terhadap kebijakan eksekutif demi rakyat Kudus

Saturday, 15 August 2009

Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus 2009, Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Tengah menggelar acara Diklat kepemimpinan dan Keorganisasian. Acara ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Cabang yang ada di Jawa Tengah yang berjumlah 22 cabang. Acara yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai hari Jum'at 14 Agustus sampai 16 Agustus 2009 dan bertempat di SKB Lembah Tidar Magelang ini mengambil tema"Dengan Semangat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 untuk Kejayaan Bangsa; Menata Strategi Kaderisasi PMII Bervisi 20 Tahun Kedepan (2010-2030). Acara dibuka dengan Diskusi kebangsaan sebagai sebuah refleksi atas situasi bangsa saat ini. Hadir dalam acara diskusi Gubernur Akmil dan Ketua Umum PMII Jawa Tengah. Dalam diskusi tersebut dibahas mengenai kondisi pertahanan Indonesia saat ini dan isu-isu yang berkaitan dengan pertahanan.

setelah acara pembukaan hingga tiga hari kedepan seluruh peserta akan memaparkan kondisi pengkaderan di daerah masing-masing dan sejauh mana pengurus cabang PMII se-Jawa Tengah mengimplementasikan konsep Multi Level Strategi. Untuk mengawali proses pemaparan dari masing-masing cabang diadakanbrain storming sebagai bekal untuk masing-masing peserta sebelum mereka memaparkan konsep dan gagasan dari masing-masing daerah. Acara Brain Storming tersebut akan diisi oleh beberapa narasumber yang sesuai dengan materi yang telah digariskan oleh panitia. Semoga dengan Acara ini seluruh pengurus cabang PMII se-Jawa Tengah dapat menyadari pentingnya kolektifitas gerakan, sehingga dapat terwujud cita-cita PMII kedepan dan kader-kader PMII Jawa Tengah dapat menjadi pioner-pioner di tengah-tengah masyarakat yang Rahmatan Lil 'Alamin.