Category 1

Follow us on Facebook

Instagram

Follow on Facebook

What's Trending?

Popular Posts

Follow on G+

Saturday, 12 December 2009


Pengajian Kebangsaan dan Temu Alumni dan Kader adalah salah satu bentuk dari citra diri PMII Kudus yang memegang teguh Ahlus-Sunnah wal-Jamaah dari segi theoligis. Acara yang telah dilaksanakan pada hari Senin 30 Nopember 2009 ini dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kudus. Acara ini adalah rangkaian kegiatan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Nasional yang telah dilaksanakan tanggal 30 Nopember sampai dengan 4 Desember 2009 di Balai Diklat Menawan, Gebog, Kudus dan dihadiri sebelas cabang dari Jawa dan Sumatra. Acara yang sekaligus sebagai pembukaan PKL Nasional ini dihadiri oleh ratusan pengunjung yang terdiri dari alumni, kader PMII Kudus dan tamu undangan ini menghadirkan KH. Prof. DR. Said Agil Siraj sebagai pembicara.

Dalam Mau'idlohnya Beliau menekankan pada masyarakat Nahdliyyin pada umumnya dan Kader PMII khusunya akan pentingnya menjaga kultur Nahdliyyin. Kultur yang dijalankan oleh warga Nahdliyyin di Indonesia adalah cerminan kehidupan Rosulullah SAW ketika membangun Madinah yang damai. Dalam menentukan sesuatu (Ijtihad) Warga Nahdliyyin menganut tiga metode; menggunakan dasar Al-Qu'an dan Hadits, Ijma'(Keputusan Para Ulama') dan Qiyas (Keputusan satu Ulama'). Karena tanpa ketiganya, tentu keputusan yang akan didapat tidak akan sempurna. Allah telah memberi kita otak untuk berpikir, oleh karenanya dengan otaklah para Ulama berpikir tentang segala apaun di dunia ini dan tentu dengan menggunakan dasar Al-Qur'an dan Hadits.


Beliau juga mengungkapkan bagaimana dulu Islam sangat disegani di belahan penjuru dunia. Namun Beliau mempertanyakan kenapa Islam sekarang begitu terpuruk? Ya karena mayarakat ulah umat Islam sendiri yang tidak meniru Rosulullah dalam menerapkan darrus-salam sebagaimana tercermin dalam piagam madinah. Dimana negara yang didalamnya terdapat umat (multi agama) yang berdiri dalam sebuah negara(nation) dan mempunyai tujuan dan cita-cita yang sama dan saling menghormati. Sehingga tercipta negara yang muttamaddin (madani).

Islam tidak akan maju jika hanya disebarkan dengan aqidah dan syari'at serta kekerasan. Islam harus membangun Islam dengan peradaban, budaya dan intelektual. Sehingga tercipta Islam yang Rahmatan Lil Alamiin, Islam yang damai. Islam Rahmatan Lil Alaminlah yang menjadi citra diri Islam sebenarnya dan yang paling tepat di Indonesia.[woko]


Categories: ,

0 komentar: