Category 1

Follow us on Facebook

Instagram

Follow on Facebook

What's Trending?

Popular Posts

Follow on G+

Saturday, 14 November 2015

Suasana Muspimcab PMII Kudus
Kudus- Dibeberapa periode kepengurusan tahun kemarin, musyawarah pimpinan cabang (Muspimcab) PMII Kudus belum pernah dilakukan. Namun pada Kamis (5/11/2015) kemarin di Aula Gedung NU Kudus forum tersebut diadakan. Kegiatan Muspimcab diamanatkan dalam Ad/Art  PMII BAB VII Pasal 8 tentang pelaksanaan musyawarah di tingkat cabang.
Dalam pelaksanaannya, Muspimcab biasanya dilakukan dipertengahan periode. Pesertanya adalah organisasi PMII dibawah cabang, seperti Rayon, Komisariat dan Badan Otonom.
Ketua PMII Kudus Malik Khairul Anam menuturkan, Muspimcab baru diadakan di periode ini. Tahun-tahun sebelumnya belum pernah dilakukan. Selain mengevaluasi proses kaderisasi dan progress report, Muspimcab juga mengkaji ulang hasil rapat pleno Pengurus Besar PMII yang akan disahkan dalam forum Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) tanggal 18-22 November 2015 mendatang di Ambon, Maluku.
“selain evaluasi dan memaparkan progress report rayon, komisariat dan banom, Muspimcab juga mengkaji ulang 8 hasil rapat pleno PB PMII”. Tambahnya.
Anam menjelaskan, sebelum ke Muspimnas nanti. Hasil dari muspimcab akan dibawa ke Musyawarah pimpinan daerah (Muspimda) PKC PMII Jawa Tengah tanggal 7-8 November 2015 di Tegal. Setelah itu keputusan final pada pembahasan Muspimnas nanti.
“hasil kajian pada forum muspimcab ini nanti akan kami (pengurus cabang) bawa ke Muspimda dan Muspimnas. Semoga keinginan dari sahabat/I dapat terakomodasi dengan baik”. Tambahnya.
Pleno PB PMII
Muspimnas nanti pada tanggal 18-22 November 2015 selain menyampaikan progress report setiap Cabang, juga akan membahas delapan hasil pleno PB PMII.
Hal yang dibahas adalah
1.      Strategi rekruitment kepemimpinan
2.      Sertifikasi kaderisasi formal
3.      Screening kaderisasi formal
4.      Pengajuan surat keputusan (SK)
5.      Mahkamah tingkat tinggi PMII
6.      Mekanisme pembentukan, pengesahan, pemekaran, dan penurunan status pengurus rayon dan komisariat
7.      Kegiatan kaderisasi non-formal Pengurus Rayon (PR), Pengurus Komisariat (PK), Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Kordinator Cabang (PKC).
8.      Akreditas cabang
“kedelapan hasil pleno PB PMII tersebut nantinya akan menjadi pembahasan serius serta disahkan dalam forum Muspimnas di Ambon. Ketika sudah disahkan, seluruh anggota PMII se-nusantara harus mengikutinya”. Jelasnya. (prastyo-jendela)

Sahabat PMII Sedang apel bersama hari santri

Foto bersama setelah apel

Sahabat PMII Kudus sedang kirab mengelilingi kota Kudus

Sampai saking banyaknya, warna biru-kuning mewarnai kota Kudus


Bendera PMII 4x3 meter cukup mengalihkan pandangan masyarakat Kudus

Siswa SD sedang membawa bendera PMII dengan sorak bahagia memperingati hari santri nasional

Malik Khairul Anam sedang mengambil sumpah kepengurusan

Kudus- Puluhan pengurus baru teater gerak 11 PC PMII Kudus kemarin sabtu (24/10/2010) dilantik di Aula PC PMII Kudus. Mereka dikukuhkan dengan SK bernomor: 027.PC-XXV.V-01.01.A-I.10.2015.
Malik Khairul Anam Ketua PMII Kudus mengungkapkan, pelantikan ini adalah pelantikan ke-9 periode kepengurusan teater gerak 11. Teater gerak 11 berdiri pada tahun 2002 dimana kedudukannya adalah sebagai badan semi otonom yang fokus membidangi seni dan keteateran.
“Teater gerak 11 selalu mewarnai gerakan PMII di Kudus. Selamat untuk dilantinya kepengurusan yang baru”. Tambahnya.
Foto bersama pengurus baru Gerak 11
Sementara itu ketua Teater Gerak 11, Solikhudin menuturkan pengurus yang lantik pada periode 2015-2016 berjumlah 19 orang. Terdapat 6 departemen yang ditetapkan dalam kepengurusan teater gerak 11, diantaranya: Departemen pengkaderan, kajian sastra dan budaya, serta depatemen artistic dan pementasan. Ada pula  departemen dovinkom, departemen sastra budaya, departemen rumah tangga serta terakhir departemen hubungan masyarakat.
“Semoga kedepan pengurus teater gerak 11 selalu loyal dan dapat bersama-sama menjalan roda organisasi selama setahun mendatang”. Tambahnya. (prastyo-jendelapmii)

Sunday, 20 September 2015

Peserta sedang antusias mengikuti materi pada
Sabtu (19/9/2015) kemarin.
Kudus- Sebanyak 150 anggota baru PMII Rayon Tarbiah Komisariat Sunan Kudus (Stain) minggu (20/9/2015) dini hari tadi dibaiat. Pembaiatan dilakukan oleh Ketua PC PMII Kudus Malik Khairul Anam di Taman Budaya, Bae, Kudus.
Anam menuturkan, pembaiatan atau pengambilan sumpah ini adalah prosesi sakral dimana calon anggota PMII mengucapkan janji untuk selalu menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia, berpegang teguh nilai-nilai Pancasila dan Islam Ahlusunnah Waljama'ah, serta patuh dan taat kepada produk hukum dan pimpinan organisasi.
"proses pembaiatan sudah diatur dalam peraturan organisasi PMII, dan ini juga untuk menciptakan kader selalu loyal". Tambahnya.
Kegiatan masa penerimaan anggota baru (Mapaba) dilakukan selama tiga hari, Jumat sampai Minggu (18-20/9) dimana peserta seluruhnya dari jurusan Tarbiah Stain Kudus.
"peserta Mapaba kali ini sekitar 150. Kebanyakan didominasi perempuan.". Tutur Abu, Ketua rayon Tarbiah.
Dia menjelaskan, selain materi PMII peserta juga dibekali tentang materi kebangsaan dan ke-Islaman. Selanjutnya, setelah selesai panitia mengagendakan rencana tindak lanjut (RTL) supaya ilmu yang diberikan ketika Mapaba benar-benar dapat dipahami dan diamalkan betul oleh peserta.
"semoga peserta Mapaba dapat menjadi kader Ulul Albab". Tambahnya.
Sementara itu di rayon yang lain, Mapaba akan laksanakan pada awal bulan Oktober. Seperti Rayon Dakwah-Usuluddin. Rayon yang terdiri dari dua jurusan ini rencananya akan mengadakan Mapaba tanggal 9-11 Oktober 2015. Selanjutnya, Rayon Syariah tanggal 2-4 Oktober 2015.
Shelly Gazela, Ketua Rayon Dakwah-Usuluddin menuturkan Mapaba Rayon Dakwah-Usuluddin diawal bulan oktober karna mengingat akhir bulan September Idul A'dha.
"Alhmdulillah sudah banyak yang daftar. Semoga nanti berjalan dengan baik". Tutur mahasiswa semester 5 yang mengambil Jurusan dakwah tersebut. (prastyo/jendela)

Thursday, 17 September 2015

Pertarungan persahabatan antara PMII Komisariat Sunan Muria UMK dan Komisariat Sunan Kudus Stain kemarin selasa (15/9/2015) di Markas Futsal, Kudus.











Para peserta Sekolah Gender Islam sedang berfoto besama
Kudus- Puluhan perwakilan Korps PMII Putri (Kopri) dari berbagai kabupaten se-jawa tengah kemarin jumat-minggu (11-13/9/2015) mengikuti sekolah gender islam di Hotel Graha Muria Colo, Kudus. Pelatihan yang bertajuk perempuan dalam lembaran kitab kuning sepenuhnya diikuti oleh kader perempuan.
Riska Susilowati, Ketua Kopri PMII Kudus menuturkan kegiatan ini sebenarnya boleh diikuti laki-laki asalkan dia sudah Mapaba. Namun termaindset kegiatan yang diadakan Kopri hanya untuk perempuan.
“laki-laki boleh ikut. Kan kita bicara soal gender”. Tambanya.
Riska yang juga lulusan Psikologi UMK menjelaskan pelatihan ini fokus pada pembahasan keadilan gender perspektif Islam. Karna peserta perlu diajak memahami betul akan peran perempuan dalam kajian Islam terlebih meluruskan dalil-dalil yang selama ini bias gender karna faktor sosio-politik pada masa itu.
Dalam sambutannya, Malikha Dewi Pembina Kopri PMII Kudus mengungkapkan, berbicara gender buka semata-mata buah apel yang dibelah menjadi dua, yang satu untuk laki-laki dan satunya untuk perempuan. Namun lebih bagaimana membicarakan kesepakatan dan penghormatan.
“tidak mungkin saya makan seperti laki-laki. Pasti akan muntah. Lewat forum inilah gender jangan lagi bias”. Tambah Malikha yang juga dosen Stain Kudus.
Forum
Forum yang berjalan selama tiga hari ini fokus pada diskursus gender. Bagaimana peserta dipahamkan betul akan makna gender. Kurikulum sekolah gender islam tertuliskan ada beberapa materi yang diterima oleh peserta, diantaranya: konsep gender dalam Islam, gender perspektif Al-Qur’an dan Hadits, fiqh perspektif perempuan dan hukum Islam di Indonesia.
Riska menambahkan, pemateri yang dipilih sesuai dengan klasifikasi dan disiplin keilmuannya. Jadi memang kita serius dalam menjalankan pelatihan ini.
“semoga lewat pemahaman gender yang tidak bias. Perempuan dan laki-laki dapat saling menghormati terlebih bersama-sama memajukan masyarakat yang adil gender”. Tambahnya. (prastyo/jendela)

Thursday, 27 August 2015


Beberapa anak sedang serius membuat vertical garden dari barang bekas

Kudus- Demi menciptakan suasana hijau yang asri. Kampung pintar mejobo bersama KKN Undip mengajarkan anak didiknya cara membuat vertical garden kemarin Jumat (14/8/2015) di Halaman kampung pintar Mejobo, Kudus.
Puluhan anak-anak terlihat antusias dalam membuat media tanam dari bahan daur ulang. Berbekal botol mineral bekas dan tali mereka mencurahkan kreativitasnya dalam membuat vertikal garden.
"Pelatihan ini mengajarkan anak-anak untuk menciptakan lingkungan hijau dengan media vertical garden". Tutur Jamalludin, selaku pendiri Kampung pintar Mejobo.
Jamal menambahkan, pot yang sudah jadi ditanami beberapa sayuran, seperti: terong, tomat, lombok, dan kangkung.
"beberapa yang sudah jadi, ada yang dibawa pulang dan ada yang ditaruh sini. Supaya mereka juga bisa belajar merawat tumbuhan tersebut". Terangnya.
Jamilludin yang juga salah satu pendiri menuturkan, selain mereka mengerti cara membuat vertical garden, kegiatan ini juga mengajarkan bagaimana cara menjaga lingkungan, memanfaatkan barang bekas dan memperindah lingkungan rumah supaya indah.
"kami berterima kasih kepada tim kkn Undip yang telah mengajarkan anak didik kami tentang vertical garden. Semoga ilmunya bermanfaat dan anak-anak bisa menjaga lingkungan desa Mejobo dengan baik". Tambah Jamil yang ternyata sodara kembar jamal. (ar)


Penari sedang memperagakan bagun ketupat dalam tarian matematika
Kudus- Pelajaran matematika masih dipandang salah satu mata pelajaran yang sulit. Tak jarang banyak dari siswa kurang senang akan pelajaran satu itu. Namun kondisi berbeda di kelompok belajar Marwa.
 Kelompok yang didirikan oleh Hasan Aoni dan Edi Supratno menciptakan sebuah strategi pembelajaran lewat tari dan dongeng. Tari yang diberi nama tari matematika berjumlahkan 5 orang.
Tari tersebut memperlihatkan simbol-simbol penjumlahan, perkalian dan pembagian. Tak hanya itu pula, tari matematika juga memperlihatkan beberapa gerakan bagun datar. Seperti jajargenjang, persegi panjang, dan ketupat.
Kepala sekolah Marwa Edi Supratno menuturkan, penggunaan dongeng dan tari dalam belajar matematika akan membuat anak semakin rilek dan mudah mengingatnya.
"kami yakin belajar matematika dengan cara ini akan semakin mudah dan menyenangkan". Tuturnya ketika ditemui dalam acara dongeng kemerdekaan kemarin sabtu (22/8/2015) di Griya Balur, Ds. Purworejo, Bae, Kudus.
Dia menambahkan, selain mempermudah belajar matematika, Marwa juga mendidik siswanya untuk kuat secara mental.
"disini ibu-bapak, anak-anak anda akan diajarkan untuk berani. Selain itu kita ajak mereka untuk berkarya". Tutur Edi dalam pidatonya.
Setiap sore puluhan anak yang kebanyakan berasal dari sekitar desa berkumpul di Griya Balur Ds. Purworejo, Bae, Kudus untuk belajar bersama. (ar)


Sejumlah anak sedang berlomba makan krupuk kemarin sabtu (15/8/2015)
Kudus- Kemeriahan HUT Republik Indonesia ke-70, PMII Kudus dengan Masyarakat Ds. Pedawang, Rt. 05/03, Bae, Kudus melaksanakan beberapa perlombaan dan kemeriahan lainnya. Diantaranya: Lomba balap batok, sepeda lambat, pukul air, gulung udet, makan krupuk, miru jarik, lomba joget dan nonton film ‘Sang kiyai’. Kegiatan tersebut berawal dari sabtu (15/8/2015) sampai Minggu (16/8/2015).

Imam, Wakil ketua 1 PC PMII Kudus sedang memimpin tirakatan malam 17 Agustus.


Ini yang kita tunggu.....


Warga Rt. 05, Rw. 03 Ds. Pedawang sedang nonton bareng film 'Sang Kiyai'
Fitri (kanan) dan pak Darmo, Ketua Rt sedang memandu jalannya acara lomba malam 17 an.


Para bapak-bapak adu kecepatan dalam melipat 'Udet'
Sabtu malam (16/8/15) ibu-ibu sedang berlomba miru jarik

Lomba jogeeeeeet

Woy...... Anak-anak berteriak gembira
Anak-anak sedang bersiap memecahkan air dalam plastik


Tak mau kalah, Imam Wakil ketua 1 (kanan) dan Anam Ketua Cabang PMII Kudus (kaos gusdur) mengikuti lomba pecah air

Akhirnya lomba dimenangkan oleh Anam.


Ibu ini sangat 'arogan' dalam memecahkan air

Berlari secepat mungkin untuk menghabiskan krupuk


Mereka beradu cepat menghabiskan krupuk

Pengurus cabang PMII Kudus Arifin ikut andil dalam menghabiskan krupuk. Dia meraih nomor 1
Para orang tua pun tak mau kalah dalam berlomba memakan krupuk

mereka memakai topeng tukul dan beberapa artis ibu kota lainnya

Lomba gendong istri



Lomba sepeda lambat


Lomba lari batok