Category 1

Follow us on Facebook

Instagram

Follow on Facebook

What's Trending?

Popular Posts

Follow on G+

Thursday, 27 August 2015


Penari sedang memperagakan bagun ketupat dalam tarian matematika
Kudus- Pelajaran matematika masih dipandang salah satu mata pelajaran yang sulit. Tak jarang banyak dari siswa kurang senang akan pelajaran satu itu. Namun kondisi berbeda di kelompok belajar Marwa.
 Kelompok yang didirikan oleh Hasan Aoni dan Edi Supratno menciptakan sebuah strategi pembelajaran lewat tari dan dongeng. Tari yang diberi nama tari matematika berjumlahkan 5 orang.
Tari tersebut memperlihatkan simbol-simbol penjumlahan, perkalian dan pembagian. Tak hanya itu pula, tari matematika juga memperlihatkan beberapa gerakan bagun datar. Seperti jajargenjang, persegi panjang, dan ketupat.
Kepala sekolah Marwa Edi Supratno menuturkan, penggunaan dongeng dan tari dalam belajar matematika akan membuat anak semakin rilek dan mudah mengingatnya.
"kami yakin belajar matematika dengan cara ini akan semakin mudah dan menyenangkan". Tuturnya ketika ditemui dalam acara dongeng kemerdekaan kemarin sabtu (22/8/2015) di Griya Balur, Ds. Purworejo, Bae, Kudus.
Dia menambahkan, selain mempermudah belajar matematika, Marwa juga mendidik siswanya untuk kuat secara mental.
"disini ibu-bapak, anak-anak anda akan diajarkan untuk berani. Selain itu kita ajak mereka untuk berkarya". Tutur Edi dalam pidatonya.
Setiap sore puluhan anak yang kebanyakan berasal dari sekitar desa berkumpul di Griya Balur Ds. Purworejo, Bae, Kudus untuk belajar bersama. (ar)

Categories:

0 komentar: