![]() |
|
Penari sedang
memperagakan bagun ketupat dalam tarian matematika
|
Kudus-
Pelajaran matematika masih dipandang salah satu mata pelajaran yang sulit. Tak
jarang banyak dari siswa kurang senang akan pelajaran satu itu. Namun kondisi
berbeda di kelompok belajar Marwa.
Kelompok yang didirikan oleh Hasan Aoni dan
Edi Supratno menciptakan sebuah strategi pembelajaran lewat tari dan dongeng.
Tari yang diberi nama tari matematika berjumlahkan 5 orang.
Tari tersebut
memperlihatkan simbol-simbol penjumlahan, perkalian dan pembagian. Tak hanya
itu pula, tari matematika juga memperlihatkan beberapa gerakan bagun datar.
Seperti jajargenjang, persegi panjang, dan ketupat.
Kepala sekolah Marwa
Edi Supratno menuturkan, penggunaan dongeng dan tari dalam belajar matematika
akan membuat anak semakin rilek dan mudah mengingatnya.
"kami yakin
belajar matematika dengan cara ini akan semakin mudah dan menyenangkan".
Tuturnya ketika ditemui dalam acara dongeng kemerdekaan kemarin sabtu
(22/8/2015) di Griya Balur, Ds. Purworejo, Bae, Kudus.
Dia menambahkan, selain
mempermudah belajar matematika, Marwa juga mendidik siswanya untuk kuat secara
mental.
"disini ibu-bapak,
anak-anak anda akan diajarkan untuk berani. Selain itu kita ajak mereka untuk
berkarya". Tutur Edi dalam pidatonya.
Setiap sore puluhan
anak yang kebanyakan berasal dari sekitar desa berkumpul di Griya Balur Ds.
Purworejo, Bae, Kudus untuk belajar bersama. (ar)

0 komentar:
Post a Comment