Category 1

Follow us on Facebook

Instagram

Follow on Facebook

What's Trending?

Popular Posts

Follow on G+

Thursday, 27 August 2015


Warga Rt. 05, Rw. 03, Ds. Pedawang sedang menonton film Sang Kiyai
  • Kemeriahan Hut RI ke-70
Kudus- Suasana terdengar tenang. Puluhan warga masih berkumpul di depan pos kampling Rt. 05, Rw. 03, ds. Pedawang, Bae, Kudus. Kali ini mereka menikmati film karya Rako Prijanto Sang Kiyai.
Film yang menceritakan tentang perjuangan Hadhotus Syaikh KH Hasyim Asy’ari semasa melawan penjajahan mampu menghipnotis warga untuk menontonnya sampai akhir. Tak hanya para orang tua, anak-anak pun tak mau ketinggalan dalam menghayati perjuangan para kiyai yang menghantarkan kemerdekaan Indonesia.

Darmo ketua Rt menuturkan, film ini memberikan edukasi kepada warga Rt. 05, Rw. 03 tentang perjuangan para kiyai dan santri dulu ketika memperjuangan negara kesatuan Republik Indonesia.

“Warga sini harus mengerti tentang sejarah perjuangan negeri ini. Terutama tentang KH Hasyim As’ari yang juga tokoh Nahdhotul Ulama”. Tutur Darmo kemarin Minggu (16/8/2015) di sela-sela acara.
Dia menjelaskan, KH Hasyim As’ary adalah tokoh yang sangat menginspirasi. Di film tersebut menjelaskan KH Hasyim As’ari sangat kukuh pendiriannya dalam mempertahankan negeri ini. Terbukti ketika disiksa oleh tentara jepang. Hadhotus Shaikh tetap pada penderiannya.

“sebelumnya saya berterima kasih kepada adik-adik PMII yang membuatkan acara ini. Ini sangat mendidik, terutama untuk generasi muda”. Tambahnya.

Secara terpisah ketua PMII Kudus Malik Khairul Anam menuturkan, kami sangat senang bisa belajar bersama dengan masyarakat. Kami menganggap, kami adalah warga Rt 05/Rw. 03. Jadi sudah sepatutnya ikut meramaikan HUT kemerdekaan Indonesia ke-70.

“sudah sepatutnya kami harus dekat dengan masyarakat. Karna kami dididik untuk itu”. Tutur Malik Khairul Anam

Anam menjelaskan, pemilihan film Sang Kiyai bertujuan agar masyarakat mengerti bahwa pejuang dulu bukan hanya tentara saja, melainkan juga para kiyai dan santri. Di film itupun banyak memperlihatkan stategi politik KH Hasyim Asy’ari dalam melawan penjajah Jepang. Sampai-sampai putera beliau KH Wahid Hasim menjadi menteri agama pertama semasa penjajahan Jepang.

“Para Kiyai dan santri bukan hanya tokoh religuis saja. Mereka juga mampu menjadi negarawan. Tanpa mereka, tak tahu Indonesia kan seperti apa”. Tambahnya (ar)
Categories: ,

0 komentar: