Peringatan May Day dirayakan para buruh di Kudus dengan sangat meriah. Peringatan kali ini diperingati pada tanggal 1 Mei 2009 di depan pendopo kabupaten kudus, atau tepatnya di alun-alun Kudus. Peringatan kali ini diikuti oleh sekitar enam ratus lebih, yang terdiri dari buruh perusahaan rokok di Kudus(Buruh Rokok Jambu Bol), elemen kemahasiswaan(PMII Kudus, LMND, BEM STAIN Kudus), LSM (PRD, YAPHI, FSBDSI) dan masyarakat Kudus. Dengan pengawalan yang sangat ketat oleh pihak kepolisian kabupaten Kudus, acara peringatan berjalan dengan sangat meriah tidak ada kericuhan yang terjadi. Pada acara yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, masing masing elemen melakukan orasi di atas mobil yang telah disediakan oleh FSBDSI, salah satu organisasi sarikat buruh di Kudus yang sangat konsen terhadap nasib buruh rokok di Kudus, terutama buruh rokok Jambu Bol yang telah mengalami permasalahan PHK.
Suwoko, Ketua Umum PMII Cabang Kudus sedang berorasi ditengah-tengah ratusan masa.
Acara yang digagas oleh elemen mahasiswa dan LSM ini begitu banyak menyedot perhatian masyarakat di Kudus. Acara bertambah meriah saat teter GERAK 11, salah satu Badan Otonom PMII Cabang Kudus hadir di tengah-tengah kerumunan masa dengan melakukan aksi teatrikal. Ada yang berperan sebagai bos, ada pula yang berperan sebagai buruh yang sangat menderita disimbolkan dengan beberapa pemeran yang memikul replika sebatang rokok yang sangat besar. Ratusan masa yang hadir sangat berkesan dengan penampilan mereka yang kebanyakan ibu-ibu yang sehari-hari sebagai buruh batil di perusahaan rokok.
Ratusan ibu-ibu, Mayoritas buruh rokok di Kudus
Isu yang diangkat dalam peringatan May Day kali ini adalah kesejahteraan buruh yang belum terselesaikan, buruh kontrak dan dana bagi hasil cukai (DBHCHT) yang akan diterima pemerintah kabupaten Kudus yang tahu ini akan diterima dari pemerintah pusat. Tentu proses pengawalan terhadap kesejahteraan buruh ini tidak akan pernah usai, jika pihak peusahaan dan pemerintah tidak bersama-sama mempunyai kepekaan terhadap penderitaan buruh di Kudus. Sebagai pahlawan devisa, selayaknya mereka dapat merasakan kesejahteraan atas keringatmereka sendiri.
0 komentar:
Post a Comment