Category 1

Follow us on Facebook

Instagram

Follow on Facebook

What's Trending?

Popular Posts

Follow on G+

Saturday, 19 September 2009

Menjelang digelarnya Muktamar ke-32 NU di Makassar, keberadaan organisasi mahasiswa yang secara langsung berada dibawah struktur PBNU kembali dibincangkan dalam halaqah pra-muktamar yang diselenggarakan di Jakarta, Agustus 2009 silam.

Ada dua pandangan besar diantara peserta halaqah. Ada yang menginginkan dibentuknya organisasi mahasiswa baru, sedangkan pendapat kedua berkeinginan untuk memaksimalkan organisasi yang saat ini sudah ada, yaitu IPNU (Ikatan Pelajar NU), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU). Kelompok yang setuju pendirian organisasi mahasiswa baru berpendapat, organisasi ini penting untuk merawat dan mengembangkan jaringan mahasiswa dengan ideologi ahlusunnah wal jamaah yang saat ini menghadapi tantangan kelompok wahabi/ikhwan.



Keberadaan PMII dan IPNU dianggap kurang mampu mewadahi, karena PMII sudah dinilai semakin jauh dari ajaran NU, sedangkan IPNU kurang diterima dikalangan mahasiswa karena diperuntukkan untuk segmen pelajar sekolah menengah, yaitu kalangan SMP-SMA atau Tsanawiyah dan Aliyah.

Sinyalemen bahwa PMII sudah semakin jauh dari NU karena menyatakan independen dari NU sejak 1972 dibantah oleh aktivis PMII di UI, Ahmad Munir. Munir menyatakan bahwa PMII justru menjadi garda depan dalam dakwah Islam ahlussunnah wal jamaah di UI. “Walaupun Kampus UI menjadi pusat gerakan Ikhwanul Muslimin, kami tetap konsisten berjuang mengajak rekan-rekan mahasiswa UI masuk PMII dan mengenalkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamiin serta masih mengamalkan ubudiyah khas NU seperti tahlil, manaqiban dan istighotsah,” urai Munir yang kuliah di jurusan Geografi UI.

Munir berharap PBNU jangan membuat organisasi mahasiswa baru, tapi lebih mengoptimalkan organisasi yang sudah ada terutama IPNU-IPPNU. “IPNU harus memotivasi dan memfasilitasi pelajar-pelajar NU agar bisa kuliah di kampus-kampus unggulan dan setelah masuk kampus bergabung dengan PMII agar tidak putus kaderisasi ke-NU-annya”, tandas Munir yang juga alumni Pesantren Kilat Sukses SNMPTN 2008 yang diselenggarakan Yayasan MataAir Jakarta. (alf)sumber: gusmus.net
Categories:

4 komentar:

PMII NGAWI said...

kalo pmii enggak dianggap kawulane NU ya enggak apa2, gitu aja kok repot.......berjuanglah sahabat, Hidup PMII.......

PMII NGAWI said...

kalo pmii enggak dianggap kawulane NU ya enggak apa2,gitu aja kok repot....! meskipun enggak dianggap tapi tetep konsisten ngopeni pmii, HIDUP PMII..................

zaini said...

ini tugas kita!! pergerakan mahasiswa yang punya basis budaya hanya pmii yang lainya ?????? salahkah kita bila tetap memegang teguh budaya yang baik, tanpa lupa tuk terus mencari budaya baru yang lebih baik

zaini said...

ini tugas kita!! pergerakan mahasiswa yang punya basis budaya hanya pmii yang lainya ?????? salahkah kita bila tetap memegang teguh budaya yang baik, tanpa lupa tuk terus mencari budaya baru yang lebih baik