Category 1

Follow us on Facebook

Instagram

Follow on Facebook

What's Trending?

Popular Posts

Follow on G+

Thursday, 27 August 2015


Beberapa anak sedang serius membuat vertical garden dari barang bekas

Kudus- Demi menciptakan suasana hijau yang asri. Kampung pintar mejobo bersama KKN Undip mengajarkan anak didiknya cara membuat vertical garden kemarin Jumat (14/8/2015) di Halaman kampung pintar Mejobo, Kudus.
Puluhan anak-anak terlihat antusias dalam membuat media tanam dari bahan daur ulang. Berbekal botol mineral bekas dan tali mereka mencurahkan kreativitasnya dalam membuat vertikal garden.
"Pelatihan ini mengajarkan anak-anak untuk menciptakan lingkungan hijau dengan media vertical garden". Tutur Jamalludin, selaku pendiri Kampung pintar Mejobo.
Jamal menambahkan, pot yang sudah jadi ditanami beberapa sayuran, seperti: terong, tomat, lombok, dan kangkung.
"beberapa yang sudah jadi, ada yang dibawa pulang dan ada yang ditaruh sini. Supaya mereka juga bisa belajar merawat tumbuhan tersebut". Terangnya.
Jamilludin yang juga salah satu pendiri menuturkan, selain mereka mengerti cara membuat vertical garden, kegiatan ini juga mengajarkan bagaimana cara menjaga lingkungan, memanfaatkan barang bekas dan memperindah lingkungan rumah supaya indah.
"kami berterima kasih kepada tim kkn Undip yang telah mengajarkan anak didik kami tentang vertical garden. Semoga ilmunya bermanfaat dan anak-anak bisa menjaga lingkungan desa Mejobo dengan baik". Tambah Jamil yang ternyata sodara kembar jamal. (ar)


Penari sedang memperagakan bagun ketupat dalam tarian matematika
Kudus- Pelajaran matematika masih dipandang salah satu mata pelajaran yang sulit. Tak jarang banyak dari siswa kurang senang akan pelajaran satu itu. Namun kondisi berbeda di kelompok belajar Marwa.
 Kelompok yang didirikan oleh Hasan Aoni dan Edi Supratno menciptakan sebuah strategi pembelajaran lewat tari dan dongeng. Tari yang diberi nama tari matematika berjumlahkan 5 orang.
Tari tersebut memperlihatkan simbol-simbol penjumlahan, perkalian dan pembagian. Tak hanya itu pula, tari matematika juga memperlihatkan beberapa gerakan bagun datar. Seperti jajargenjang, persegi panjang, dan ketupat.
Kepala sekolah Marwa Edi Supratno menuturkan, penggunaan dongeng dan tari dalam belajar matematika akan membuat anak semakin rilek dan mudah mengingatnya.
"kami yakin belajar matematika dengan cara ini akan semakin mudah dan menyenangkan". Tuturnya ketika ditemui dalam acara dongeng kemerdekaan kemarin sabtu (22/8/2015) di Griya Balur, Ds. Purworejo, Bae, Kudus.
Dia menambahkan, selain mempermudah belajar matematika, Marwa juga mendidik siswanya untuk kuat secara mental.
"disini ibu-bapak, anak-anak anda akan diajarkan untuk berani. Selain itu kita ajak mereka untuk berkarya". Tutur Edi dalam pidatonya.
Setiap sore puluhan anak yang kebanyakan berasal dari sekitar desa berkumpul di Griya Balur Ds. Purworejo, Bae, Kudus untuk belajar bersama. (ar)


Sejumlah anak sedang berlomba makan krupuk kemarin sabtu (15/8/2015)
Kudus- Kemeriahan HUT Republik Indonesia ke-70, PMII Kudus dengan Masyarakat Ds. Pedawang, Rt. 05/03, Bae, Kudus melaksanakan beberapa perlombaan dan kemeriahan lainnya. Diantaranya: Lomba balap batok, sepeda lambat, pukul air, gulung udet, makan krupuk, miru jarik, lomba joget dan nonton film ‘Sang kiyai’. Kegiatan tersebut berawal dari sabtu (15/8/2015) sampai Minggu (16/8/2015).

Imam, Wakil ketua 1 PC PMII Kudus sedang memimpin tirakatan malam 17 Agustus.


Ini yang kita tunggu.....


Warga Rt. 05, Rw. 03 Ds. Pedawang sedang nonton bareng film 'Sang Kiyai'
Fitri (kanan) dan pak Darmo, Ketua Rt sedang memandu jalannya acara lomba malam 17 an.


Para bapak-bapak adu kecepatan dalam melipat 'Udet'
Sabtu malam (16/8/15) ibu-ibu sedang berlomba miru jarik

Lomba jogeeeeeet

Woy...... Anak-anak berteriak gembira
Anak-anak sedang bersiap memecahkan air dalam plastik


Tak mau kalah, Imam Wakil ketua 1 (kanan) dan Anam Ketua Cabang PMII Kudus (kaos gusdur) mengikuti lomba pecah air

Akhirnya lomba dimenangkan oleh Anam.


Ibu ini sangat 'arogan' dalam memecahkan air

Berlari secepat mungkin untuk menghabiskan krupuk


Mereka beradu cepat menghabiskan krupuk

Pengurus cabang PMII Kudus Arifin ikut andil dalam menghabiskan krupuk. Dia meraih nomor 1
Para orang tua pun tak mau kalah dalam berlomba memakan krupuk

mereka memakai topeng tukul dan beberapa artis ibu kota lainnya

Lomba gendong istri



Lomba sepeda lambat


Lomba lari batok