
Perayaan ulang tahun PMII yang ke 49 dan PMII Kudus yang ke 46 pada tanggal 17 April 2009 kali ini dirayakan secara sederhana oleh pengurus PMII cabang Kudus yang bertempat di kantor PMII Cabang Kudus. Acara perayaan dirayakan dengan menggelar pembacaan manaqib Syech Abdul Qodir AL-Jilani dan pembacaan tahlil, serta diskusi perenungan dan refleksi. Dengan hikmat, para kader dan pengurus memanjatkan doa untuk para kader dan alumni, serta kejayaan dan keutuhan bangsa Indonesia seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri PMII.
Seperti tradisi yang telah sekian lama berjalan di PMII Kudus, setelah acara tahlil dan manaqib dibacakan seluruh yang hadir bersama-sama menyantap ayam ingkung dan jajanan yang telah disediakan. Hal positif yang dapat diperoleh adalah memperkuat tali persahabatan.
Tradisi-tradisi keIslaman seperti ini memang tetap dilestarikan oleh PMII Kudus sebagai pencitraan diri PMII Kudus yang tetap mengedepankan tradisi Ahlush-Sunnah wal-Jamaah. Karena akhir-akhir ini banyak warga Aswaja yang melupakan tradisi seperti ini. Dampak yang akan diperoleh karena meninggalkan tradisi adalah citra diri kita yang semakin lama akan menghilang. Akibatnya harga diri PMII sendiri sebagai warga Aswaja yang akan lenyap.

Disamping tradisi leluhur para pendiri yang tetap terus dilahirkan, PMII Kudus tetap mengedepankan intelektualisme yang santun sebagai alat pergerakan. Dengan kematangannya dilihat dari umur PMII Kudus yang mencapai tahun ke-46, PMII Kudus tetap berusaha mencetak kader yang mampu diandalkan kelak ketika sudah terjun dimasyarakat. Dengan mengetahui karakter pribadi masing-masing kader, PMII Kudus berusaha memberikan fondasi intelektual dan ke-Aswajaan sebagai bekal mereka terjun kemasyarakat sebagai pemimpin yang ulul albab.
semoga dengan bertambahnya usia PMII, bertambah pula keberkahan yang diperoleh, bertambah pula kadar intelektualitas dan religiusitas yang didapat. Amiin.
0 komentar:
Post a Comment