Kamis (13/2) Fornisa Pcpmiikudus telah mengadakan pertemuan untuk kedua kalinya. Banyak pendapat dari sudut pandang yang berbeda dilantunkan oleh sahabati. Lalau pertanyaanya, pendapat mengenai apa?
Di kala itu, tema perbincangan kami yakni ada apa dengan perempuan
dan laki- laki?. Aktivitas yang sarat dengan suasa keilmuan, sesuai
citra diri manusia PMII- Ulul Albab. Ejawentahan dari Ulul Albab, bisa
ditafsirkan : berkesadaran histories- primordial atas relasi Tuhan-
Manusia- Alam, berjiwa oprimis- transedental atas kemampuan mengatasi
masalah kehidupan, bersikap dialektis, bersikap kritis dan bertindak
transformatif.
Satu buku pun telah kita santap, layaknya sarapan pagi. Menu yang FORNISA PMII Cabang Kudus sajikan yakni sebuah buku berjudul Kekerasan Terhadap Perempuan Berbasis Gender terbitan Rifka Annisa Wcc.
Kami membagi nya per sub bab, jadi satu per satu sahabati pun mulai
membaca diiringi lagu pergerakan. Sub bab yang terdapat di dalam nya:
a. Pengertian Kekerasan Terhadap Perempuan
b. Kekerasan Terhadap Isteri
c. Perkosaan Terhadap Anak
d. Incest
e. Kekerasan Dalam Pacaran
f. Pelecehan Seksual
g. Perdagangan Perempuan dan Anak
Menurut, Uli, sahabati dari Komisariat Sunan Kudus berpendapat
bahwa alangkah lebih baik jika perempuan dan laki- laki itu saling
mengimbangi, tepatnya saling melengkapi. Perempuan tidak ingin lebih
unggul dari kaum laki- laki, hanya ingin mengimbangi nya dengan
berkeyakinan bahwa perempuan juga bisa.
Follow on G+
Monday, 17 February 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment